Sunday, June 26, 2022
Google search engine
HomeTak BerkategoriNasi Jaha, Makanan Khas Maluku Utara yang Awet Tanpa Pengawet Buatan

Nasi Jaha, Makanan Khas Maluku Utara yang Awet Tanpa Pengawet Buatan

HaiNesia – Nasi Jaha, bagi orang Maluku Utara bukan hal yang asing didengar. Nasi Jaha yang dibuat dari beras dan dibungkus menggunakan daun kuliau dan bulu air atau dikenal dengan sebutan daun pisang hutan dan bambu air ini selalu dibuat di salah satu desa, yakni Desa Tahafo, Kecamatan Ibu Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Bagi warga Tahafo, nasi ini bukan sembarang nasi. Panganan ini merupakan salah satu tradisi di Maluku Utara, khususnya di desa Tahafo. Nasi Jaha akan banyak kita temui saat dilangsungkannya hajatan pernikahan, doa selamat, dan orang meninggal.

Nasi Jaha dapat bertahan 3 sampai 4 hari, hal ini dikarenanakan daun kuliau yang digunakan harus benar-benar berkualitas, begitu juga dengan bulu air. Pemilihan bahan yang selektif tersebut ditujukan agar nasi jaha tidak gampang rusak. Jika terdapat daun kuliau yang robek, daun terlalu muda atau bahkan terlalu tua akan berpengaruh. Begitu pula dengan bulu air, Jika ada yang pecah dan bulunya yang terlalu muda akan gampang rusak.

Perlu diketahui sebenarnya pembuatan nasi jaha tidak hanya pada hajatan yang telah disebut diatas namun orang-orang bisa buat kapan saja saat ia menginginkannya, tetapi berbeda dengan yang dibuat khusus untuk hajatan besar-besaran.

Nasi jaha yang dibuat pada hajatan adalah bentuk silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan, karena dalam pembuatannya masyarakat desa setempat untuk mengikut bergotong-royong memasak.

Terdapat keunikan dalam proses memasak nasi ini, terdapat pembagian tugas antara kaum wanita dan pria. Biasanya di Daerah tertentu, kaum pria menunggu sampai masakan matang, dan kaum wanita lah yang sibuk mempersiapkan masakan.

Berbeda hal dengan makanan asli Maluku Utara ini, kaum laki-laki dan Perempuan memiliki andil yang sama-sama penting. Bagi pria Maluku Utara khusunya di desa Tahafo, pembuatan nasi ini merupakan bentuk gotong royong. Mencuci beras, menyiapkan gonofu (kulit kelapa) merupakan tugas kaum pria.

Sedangkan kaum kaum wanita, yang bertugas memasukkan beras dalam bulu air dengan alas daun kuliau. Uniknya, hal ini dapat menjadi ajang pamer kemampuan dalam membuat nasi jaha. Nasi jaha Tidak hanya ditemui di desa Tahafo, nasi ini juga akan anda temui di desa lain di kawasan Maluku Utara.

Berminat mencoba nasi jaha?

Penulis : Am

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments